Berilmu Sebelum Berdagang: Fiqh Bisnis VS Ilmu Bisnis

“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR. Bukhari)

Umar bin Khottob pernah memperingatkan yang orang-orang tidak paham prinsip-prinsip muamalah untuk tidak berdagang di pasar.

Berdagang tanpa ilmu fiqh sangat rentan menjebak seorang pada riba dan akad-akad menyalahi Syariah lainnya. Karena dalam berbisnis tidak hanya perkara bebas riba namun juga bagaimana terjaganya muamalah yang dilakukan dari akad-akad bisnis yang tidak sesuai Syariah. Sehingga perniagaan yang dilaksanakan dipenuhi keberkahan dan ridho Allah Swt.

Berilmu sebelum berdagang menjadi kewajiban bagi seorang muslim. Dalam hal ini adalah ilmu fiqh muamalah. Sebagaimana terdapat sebuah kaidah fiqh, “Perkara wajib yang tidak sempurna kecuali dengannya, maka perantara itu menjadi wajib”.

Terdapat kaitan erat antara menguasai fiqh bisnis dan ilmu bianis itu sendiri. Bagi seorang yang berniat berbisnis, selain harus membekali dirinya dengan ilmu bisnis maka dia juga harus belajar (baca: menguasai) hukum fiqh seputar bisnis, agar bisnis yang dijalankan halal serta untung juga berlimpah berkah. Dalam kata lain bahagia dunia akhirat.

Sedangkan apabila seorang berbisnis dengan kemampuan ilmu bisnis tinggi namun tidak faham fiqh muamalah, bisa jadi bisnis akan menguntungkan dan tidak terjamin dari sisi kehalaan akad-akad bisnis yang dijalankan. Dunia bahagia akhirat sengsara.

Dalam kondisi berbeda, terdapat seorang pebisnis hanya memahami fiqh muamalah namun tidak paham ilmu bisnis, maka meskipun dapat menjamin kehalalan bisnis masuh terbuka lebar potensi kerugian bisnis yang dijalankan. Dunia sengsara akhirat bahagia.

Dan kondisi yang terakhir, dimana seorang pebisnis tidak paham fiqh bisnis dan juga tidak mengerti ilmu bisnis, maka bisa dipastikan akan banyak hukum-hukum syariat yang ditabrak, jatuh pada akad-akad bathil bahkan ribawi. Dan juga berakhir pada kerugian bisnis. Sengsara dunia akhirat.

Bila diberi pilihan, mana pilihan Anda?

Advertisements

Saat Istriku Menjadi “Semakin Kaya”

Baru saja lewat 4 tahun kami menikah, membangun rumah tangga dan cinta, kami bingkai dengan iman dan taat.

Hari demi hari kami lalui sambil terus belajar bagaimana membina rumah tangga, terlebih dalam menjalankan kewajiban sebagai orang tua…

Sebelum menikah, istriku bekerja sebagai seorang herbalis sejak masa dia kuliah, bisa dibayangkan berapa besar penghasilanya, mungkin cukup buat seorang bujangan untuk bayar kost, makan, pulsa dan bensin…

Namun sekarang jelas berbeda, kini istriku semakin kaya. Meskipun dia “hanya” ibu rumah tangga, bahkan dia urungkan niatnya untuk menjadi seorang guru bukan hanya karena tidak diperbolehkan suami namun lebih karena dia paham bagaimana hukum agama, mana prioritas utama dan kewajiban dalam rumah tangga.

Lalu bagaimana caranya dia menjadi semakin kaya? Apa karena suaminya seorang karyawan perusahaan ternama dengan gaji ratusan juta? Atau karena suaminya adalah pengusaha sukses dengan penghasilan milyaran juta? Atau mungkin dia dapat warisan orang tua? Atau bisa jadi diperisteri orang kaya? Tentu bukan karena itu semua.

Melainkan dengan istiqomah hadiri majelis ilmu atau sekedar berbagi ilmu melayakkan diri sebagai muslimah dan meningkatkan kapasitas sebagai seorang ummu wa robbatul bayt

Adakah hal lain yang lebih utama dan berharga daripada iman dan ilmu yang akhirnya berbuah amal sholeh? Sehingga dengannya Allah tingikan derajatnya sebagaimana diwahyukan bahwa “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS: Mujaadalah: 11).

Belum lagi saat ini alhamdulillah, Allah subhaanahu wata’aala percayakan kepada kami 2 amanah besar. Yang pertama seorang laki-laki berusia hampir 3 tahun yang sudah mulai mampu lafadzkan ayat ayat Al Qur’an bahkan hafal beberapa surat pendek, bukan cuma itu Azka sudah bisa mengingatkan bila waktu shalat tiba kemudian mengajak shalat ke masjid.

Berbeda lagi dengan amanah kedua, Maisha baru saja berusia 1 tahun, sudah bisa belajar berlarian dengan kakak dan meskipun belum bisa berbicara nyambung saat diajak komunikasi.

Dan itu suatu kebahagiaan besar bagi kami, semoga Allah jadikan putra putri kami huffadzul Qur’an dan ahlul Qur’an. Semoga Allah mampukan kami mengantar mereka ke Syurga, karena itulah tugas utama orang tua.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim: 6)

Kebahagiaan dari kekayaan dan investasi apa lagi yang layak diidamkan seorang muslim selain keturunan sholih dan sholihah tuanya, menyejukkan pandangan mata, pemimpin bagi masyarakat bertaqwa, terjaga dari api neraka, untaian doa merekalah yang diharapkan kelak bila kita telah tiada, dan akhirnya dapat bersama hingga ke syurga.

Kembalilah Pada Hukum Ilahi

pagi hari cerah.jpg

Aqidah ummat tengah diuji
Terlalu banyak hal untuk dikomentari
Ummatpun dijauhkan dari agama sendiri
Negeripun semakin jelas akan tirani
Bangga akan kalimat tauhid, bui menghantui
Sadarlah wahai penduduk negeri
Demokrasi hanyalah ilusi
Sadarlah wahai penguasa negeri
Kembalilah pada hukum Ilahi
Tegakkanlah hukumNYA kitapun diberkahi
Telah diperintahkan atasmu untuk mengabdi
Bukan membuat aturan sendiri
Sekuat apapun kau menyelisihi
Kuasamu tak lebih besar dari tetesan air di ujung jari
Toh semua kitapun akan segera mati
Apa bekalmu nanti?

Kembalilah Pada Hukum Ilahi

Kebingungan Tentang Makna Cukup…

Sebagian terlihat hidup berlimpah namun terus saja meminta tambah
Sebagian terlihat serba kurang untuk hidup namun masih saja cukup…
Sebagian seolah dipenuhi masalah, hidupnyapun penuh keluh kesah
Sebagian lagi tertawa riang apa benar ia sedang benar-benar senang?
Sebagian terlihat begitu berilmu namun amalnya lesu
Sebagian beramal tanpa lelah namun ilmu juga terus diasah
Kapan semuanya akan menjadi cukup? Selain Allah telah “cukup”kan (baca: mati) segalanya untuk kita…

Tauladan Pemimpin Sekaliber Umar bin Khottob

umar-bin-khattab-_130626105615-607Umar bin Khattab ra adalah sosok yang telah menggemparkan musyrikin dengan keislamannya. Beliau merupakan sahabat Rasulullah gagah berani lagi tegas baik di medan perang maupun dalam mengelola pemerintahan ketika Beliau menjadi seorang kholifah dan membangun perekonomian ummat pada masanya.

Hal ini dapat dilihat sebagaimana dikisahkan dalam As Sunanul Kubroo Lil Baihaqi Juz 6 halaman 48 bahwa kholifah Umar pernah menegur Hatib saat mempermainkan harga jual kurma dagangannya. Terlihat bagaimana besar perhatian Khalifah Umar pada saat itu selaku kepala negara terhadap keterikatan seorang pedagang pada syariat Allah dalam praktek muamalahnya. Sebuah atsar sebagaimama disebutkan dalam kitab Majmu’ Rosail Ibnu Rajab Al Hambali juz 1 halaman 22 dalam Sunan Tirmidzi yang kemudian dihasankan oleh Syaikh Al Bani bahwa Umar pernah menyampaikan Continue reading

MEA: Jalan Baru Penjajahan Ekonomi Indonesia

MEA Blog

Indonesia terlihat sangat agresif dan terbuka bebas menjalin kerjasama ekonomi dan perdagangan bebas baik bilateral, regional bahkan global. Seperti APEC, menyetujui kerjasama negara-negara ASEAN dengan berbagai negara seperti ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) tahun 2009, ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) tahun 2010 dan MEA 2015. Selain itu Indonesia juga menjalin Japan-Indonesia Economic Partnership Agreement (JIEPA) tahun 2008, dan lain sebagainya.

Wajar bila penguasa negeri ini gencar undang investor asing dan ciptakan iklim investasi kondusif sepaket dengan dukungan politik, keamanan, hukum, budaya bahkan pemerintah terus berupaya menyediakan Continue reading

Putri siapa, istri siapa dan ibunda siapakah Fatimah Azzahra?

Image

Fatimah Azzahra binti Muhammad s.a.w

Putri siapa, istri siapa dan ibunda siapakah Fatimah Azzahra?

Fatimah adalah putri dari penghulu para nabi, dan seseorang yang terbaik di kalangan manusia, Muhammad bin Abdullah s.a.w. Fatimah mendapatkan sebuah kehormatan dengan menjadi putri dari Muhammad, Rasul Allah dan Khadijah, wanita pertama yang masuk Islam. Dia adalah istri dari Ali bin Abi Thalib yang telah Allah muliakan semenjak masih kecil. Ali semasa hidupnya tidak pernah menjadi penyembah berhala. Ali berjuang bersama Rasul s.a.w dari mulai baligh dan diangkat juga menjadi khalifah yang keempat. Fatimah juga adalah ibunda dari Hasan dan Husaiyn, para Continue reading